Sistem Operasi diciptakan agar manusia atau user dapat lebih mudah dalam berinteraksi dengan komputer mulai dari manusia memberi perintah, komputer menjalankan perintah dan mengeluarkan hasil dari perintah tersebut dan berbagai macam interaksi lainnya. Nah sekarang saya akan membahas tentang bagaimana sih Sistem Operasi dalam mengatur perintah berupa masukan dari alat input dan output seperti keyboard, mouse dan lain – lain serta bagaimana Sistem Operasi mengatur memori untuk perintah – perintah yang membutuhkan memori. mari kita bahas satu persatu.
1. Management I/O
Management I/O adalah aspek perancangan sistem operasi yang terluas disebabkan sangat beragamnya perangkat dan begitu banyaknya aplikasi dari perangkata – perangkat itu sendiri. Sistem Operasi bertanggung jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan management I/O antara lain :
- Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan
- Menangani interupsi perangkat I/O
- Menangani kesalahan pada perangkat I/O
- Menyediakan antarmuka ke pengguna
Itulah beberapa tugas Sistem Operasi dalam hal mengatur masukan dari alat input.
2. Management Memori
Selain mengatur masukan yang berasal dari alat input, Sistem Operasi juga bertugas untuk mengatur memori yang terdapat pada komputer. Management memori ini adalah suatu kegiatan untuk mengolah memori komputer.
Nah menejemen memori atau pengolahan memori oleh sistem operasi ini sangatlah penting dalam keberlangsungan sistem komputer. Fungsi management memori adalah sebagai berikut :
- Meningkatkan Kinerja komputer
- Menigkatkan kecepatan akses CPU terhadap data
- Meningkatkan efisiensi pemakaianmemori yang terbatas
- Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai
- Mengalokasikan memori kepada proses yang memerlukannya
Sekarang bagaimana implementasi management I/O dan Memori dalam komputer yang dapat dilakukan oleh pengguna Sistem Operasi. Disini saya akan memberikan sedikit contoh tentang management memori dalam sistem operasi linux.
Seperti biasa, buka terminal linux dengan menekan tombil: CTRL + ALT + T. Setelah itu kita akan melihat list partisi memori sekunder atau hardisk kita, caranya ketik pada terminal:
sudo fdisk -l
maka akan tampil list partisi hardisk kita. contoh tampilannya seperti ini:
Kita juga bisa melihat penggunaan memori dan swapnya dengan cara ketikan di terminal
sudo car proc/meminfo
Setelah ditekan enter akan muncul tampilan sebagai berikut
Selain perintah – perintah di atas masih banyak perintah lain dalam menunjang management memori seperti
sudo cat proc/sys/vm/swappines
Swappines berfungsi untuk mengontrol kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memori ke memori swap. keluara dari perintah tersebut berupa angka. kita bisa mengubah nilai swapines sesuai keinginan kita dengan cara ketik di terminal
sudo sysctlvm.swappiness=40
Angka 40 di atas dapat diubah sesuai keinginan. namun setelah komputer di restart nilai swappiness tersebut akan kembali seperti semula.
Itulah sedikit implementasi management memori dalam sistem operasi linux, semoga bermanfaat 🙂



Leave a comment